AFN V2

Welcome, Guest
Username Password: Remember me

(Taqribus-Sunnah : 5) Tadarus al-Qur'an.
(1 viewing) (1) Guest
  • Page:
  • 1

TOPIC: (Taqribus-Sunnah : 5) Tadarus al-Qur'an.

(Taqribus-Sunnah : 5) Tadarus al-Qur'an. 04 Aug 2012 17:03 #1




Tadarus al-Qur'an.


وَكَانَ جِبْرِيْلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ


" Dan Jibril menemuinya (Nabi Muhammad saw) pada setiap malam bulan Ramadlan untuk bertadarus al-Qur'an dengannya (Nabi saw)."



Takhrij Hadits


Hadits di atas bersumber dari sahabat Ibn 'Abbas dan diriwayatkan dalam kitab-kitab berikut ini:

1. Shahih al-Bukhari kitab bad'il-wahyi bab kaifa kana bad'u al-wahyi ila Rasulillah no. 6, kitab bad'il-khalq bab dzikril-mala'ikat no. 3220.

2. Shahih Muslim kitab al-fadla'il bab kana an-nabiy ajwada an-nas bi al-khair min ar-rih al-mursalah no. 6149.

3. Sinan an-Nasa'i kitab al-shiyam bab al-fadll wa al- jud fi syahri Ramadlan no. 2095 dan 2096.

4. Shahih Ibn Hibban 8 : 225 no. 3440 bab dzikr istihbab al-jud wa al-ifdlal 'ala al-muslimin bi al-'athaya fi Ramadlan ; 14 : 285 no. 6370 bab dzikr al-bayan saw aktsaru ma kana yasta'milu al-jud mimma yamliku fi syahr Ramadlan.

5. Musnad Ahmad bab hadits Ibn 'Abbas no. 2616.



Matan Hadits


Matan (teks) hadits di atas merupakan potongan dari matan yang selengkapnya, iaitu:


كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلاَّم أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ آَجْوَدَ مَايَكُوْنُ فِي رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ وَكَانَ جِبْرِيْلُ يَلْقَاهُ فِي كُلَّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُوْلُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلاَّم حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيْحِ الْمُرْسَلَةِ

"Rasulullah saw itu adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi padabulan Ramadlan ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya pada setiap malam bulan Ramadlan untuk bertadarus  al-Qur'an dengannya. Dan sungguh Rasulullah saw itu ketika Jibril menemuinya lebih lembut lagi dalam hal kebaikan daripada angin yang bertiup."


Dalam riwayat Muslim terdapat perbedaan sedikit, yakni ada penegasan bahwa yang dilakukan oleh Jibril bersama Nabi saw itu dilakukan selama sebulan penuh. Berikut teksnya:


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلاَّم أَجْوَدَالنَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَخْوَدَ مَايَكُونُ  فِى شَهْرِ رَمَضَانَ إِنَّ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ سَنَةٍ فِى رَمَضَانَ حتَّى يَنْسَلِخَ فَيَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلاَّم الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيْلُ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلاَّم أَجْوَدَ  بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

 " Rasulullah saw itu adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadlan. Sesungguhnya Jibril menemuinya pada setiap tahun di bulan Ramadlan sampai berlalu (bulan Ramadlan itu). Rasulullah saw menyodorkan (bacaan) al-Qur'an kepadanya. Dan apabila Jibril menemuinya Rasulullah saw itu lebih lembut lagi dalam hal kebaikan daripada angin yang bertiup."          .


Perbedaan lainnya dari kedua matan di atas adalah, pada matan yang pertama Jibril berposisikan sebagai fa'il/subjek, dia yang mentadaruskan al-Qur'an kepada Nabi saw. Sementara dalam matan yang kedua, Nabi saw diposisikan sebagai fa'il, beliaulah yang menyodorkan al-Qur'an kepada Jibril. Perbedaan ini tidak bertentangan, malah saling menguatkan. Artinya masing-masing di antara keduanya saling bergantian menjadi fa'il; adakalanya Jibril, adakalanya juga Nabi saw. Yang jelas, kedua-duanya bersama-sama melakukan tadarus.....bersambung.

Syarah Mufradat.



Wallahu A'lam.
Last Edit: 05 Aug 2012 16:53 by abuariffin.

Re: (Taqribus-Sunnah : 5) Tadarus al-Qur'an. 07 Aug 2012 06:23 #2




Syarah Mufradat

Yudaarisuhu asal katanya daarasa-yudaarisu-mudaarasatan/diraasan. Asal kata dari daarasa itu sendiri adalah darasa-yadrusu-darsan/dirasatan. Imam Ibn Manzhur menjelaskan dalam kitabnya Lisan al-'Arab:

دَرَسَ الشَّيْءُ وَالرَّسْمُ يَدْرُسُ دُرُوْسًا: عَفَا. وَدَرَسَتْهُ الرِّيْحُ، يُتَعَدَّى وَلاَ يُتَعدَّى، وَدَرَسَهُ الْقَوْمُ: عَفَّوْا أَثَرَهُ.


Darasa-yadrusu-durusan sesuatu dan tulisan: terhapus. Contoh lainnya, darasathu ar-rih: terhapus angin. Boleh dipandang transitif atau tidak (boleh berarti terhapus angin atau angin menghapuskan). Contoh lainnya, darasahu al-qaum: Kaum itu menghapus bekasnya. (Lisan al-'Arab 6 : 79).

دَرَسَ الْكِتَابَ يَدْرُسُه دَرْسًا وَدِرَاسَهُ، مِنْ ذَلِكَ، كَأَنَّهُ عَانَدَهُ حَتَّى انْقَادَ لِحِفْظظِهِ

Darasa al-kitab yadrusuhu-darsan/dirasatan, juga daarasuhu asalnya dari itu (terhapus), maknanya seolah-olah ia melawannya (kitab) sampai ia tunduk/mudah dihapal. (Lisa al-'Arab 6: 79).

دَرَسْتُ الْكِتَابَ أَدْرُسُه دَرْسًا أَي ذَلَلْتُهُ بِكَثْرَةِ الْقِرَاءَةِ حَتَّى خَفَّ حِفْظُهُ عَلَيَّ

Darastu al-kitab adrusuhu-darsan: Aku menundukkannya dengan banyak membaca sampai ia ringan untuk aku hafal (Lisan al-'Arab 6: 79).

Jadi, makna yang paling asal dari yudaarisu itu adalah menghapuskan. Kalau itu ditujukan krpada al-kitab/al-Qur'an, maka yang dimaksudkan adalah menghapus tulisannya ke dalam hapalan. Jadi tidak bergantung lagi pada tulisan, melainkan pada hafalan. Cara yang ditempuhnya adalah banyak membaca dengan sepenuh hati dan sepenuh tenaga, seolah-olah kita memaksanya atau melawannya.
Last Edit: 07 Aug 2012 22:48 by abuariffin.

Re: (Taqribus-Sunnah : 5) Tadarus al-Qur'an. 07 Aug 2012 06:49 #3

Sementara itu, Imam ar-Raghib memberi penjelasan sebagai berikut:

دَرَسَ الدَّارُ مَعْنَاهُ بَقِيَ أَثَرُهَا وَبَقَاءُ الْأَثَرِ يَقْتَضِي انْمِحَاءَهُ فِي نَفْسِهِ فَلِذَلِكَ فُسِّرَ الدُّرُوْسُ بِالْاِنْمِحَاءِ

Darasa ad-dar maknanya tersisa bekasnya, dan tersisa bekasnya itu berarti dirinya mengalami "keterhapusan" . Maka dari itu ad-durus diterjemahkan terhapus (Mu'jam Mufradat Alfazh al-Qur'an, hlm. 169).

Maksudnya, darasa/durus diterjemahkan terhapus kerana pada asalnya ia bermakna "tersisanya bekas sesuatu", dan sesuatu yang tersisa bekasnya itu berarti bahwa sesuatu itu "terhapus"

وَكَذَا دَرَسَ الْكِتَابُ وَدَرَسْتُ الْعِلْمَ تَنَاوَلْتُ أَثَرَهُ بِالْحِفْظِ

Demikian halnya dengan darasa al-kitab dan darstu al-ilma: Aku mengambil atsar (sisa/tulisan)-nya dengan menghafal (Mu'jam Mufradat Alfazh al-Qur'an, hlm. 169).

Lebih lanjut Imam ar-Raghib menjelaskan:

وَلَمَّ كَانَ تَنَاوُلُ ةَلِكَ بِمُدَاوَمَةِ الْقِرَاءَةٍ عُبِّرَ عَنْ إِدَامَةِ الْقِرَاءَةِ بِالدَّرْسِ

Dan kerana mengambil hal itu (atsar dari kitab/ilmu) dilakukan dengan cara men-dawam-kan (sering/kerap) membaca, maka diungkapkanlah pengertian "sering membaca" itu dengan dars (Mu'jam Mufradat Alfazh al-Qur'an, hlm. 169).

Jadi senada dengan Imam Ibn Manzhur, Imam ar-Raghib juga memaknai darasa/durus dengan banyak membaca sampai hafal, yakni sampai mampu mengambil semua atsar yang tersisi dalam al-kitab/al-Qur'an dan mengalihkannya pada hafalan.
Last Edit: 07 Aug 2012 06:56 by abuariffin.

Re: (Taqribus-Sunnah : 5) Tadarus al-Qur'an. 07 Aug 2012 06:54 #4

Syarah Ijmali

Hadits di atas menginformasikan adanya agenda khusus antara Nabi saw dan Jibril untuk bertadarus al-Qur'an. Dalam hadits pertama disebutkan bahwa Jibril yang menjadi subjek, sementara dalam hadits yang kedua Nabi saw yang menjadi subjek. Kesimpulannya, keduanya berinteraksi secara bersama-sama.

Praktik tadarus tersebut tidak dapat dilepaskan dari kedudukan Ramadlan sendiri sebagai bulan al-Qur'an. Allah swt dengan jelas menyatakan:

شَهْرُ رَمَضَانَ آلَّذِى أُنزِلَ فِيهِ آلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِْنَتٍ مِّنَ آلْهُدَى وَآلْفُرْقَانِ

" Bulan Ramadlan, bulan yang didalamnya diturunkan al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-panjelasannya mengenai petunjuk itu dan pembeda ( antara yang hak dan yang batil)." (QS. Al-Baqarah [2]: 185).

Itu artinya selama bulan Ramadlan, sebagaimana halnya Nabi saw dan Jibril, peruntukkan waktu khusus setiap malam untuk membaca, memahami dan manghafal al-Qur'an. Jangan berdalil perlu istirahat sesudah siang hari penat bekerja kemudian duduk berleha-leha menonton tv sehingga meninggalkan tadarus. Jangan pula yang dijadikan agenda di malam hari itu makan malam di mana, berbuka shaum di restoran apa. Yang harus diagendakan berapa ayat yang harus saya baca malam ini, di mana saya akan mengikuti kajian al-Qur'an malam ini.

Mengenai bagaimana praktik Nabi saw dalam tadarus al-Qur'annya dengan Jibril tidak ada dalil pasti yang menjelaskan. Hanya dari segi bahasa kita boleh tahu bahwa yang dimaksud dengan tadarus itu adalah membacanya, mengkajinya sampai paham, menghafalnya, dan mengamalkannya, sehingga al-Qur'an berpindah dari yang semula tulisan di mushhaf kepada hati dan amal kita. Dalam hal ini perlu ditela'ah kembali bagaimana tuntutan Nabi saw dalam interaksi dengan al-Qur'an tersebut. Tuntutan-tuntutannya adalah:

Pertama, membaca al-Qur'an.
Kedua, menghafal al-Qur'an.
Ketiga, mendengar bacaan al-Qur'an.
Keempat, mempelajari kandungan al-Qur'an dan mengajarkannya.
Last Edit: 07 Aug 2012 09:56 by abuariffin.

Re: (Taqribus-Sunnah : 5) Tadarus al-Qur'an. 07 Aug 2012 07:09 #5

Pertama, membaca al-Qur'an. Rasul saw dalam hal ini memberikan pesan:

اِقْرَءُوالْقَرْآنَ، فَاِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لِاَصْحَابِهِ

" Bacalah al-Qur'an, kerana sesungguhnya al-Qur'an itu akan datang pada hari qiyamat sebagai pemberi syafaat bagi." (Shahih Muslim, kitab shalat al-musafirin bab fadlli qiraatil-Qur'an wa surat al-baqarah no. 1910).

Hitungan pahalanya 10 kali lipat, dan itu dihitung berdasarkan jumlah hurufnya. Sabda Rasulullah saw:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُوْلُ : الم حَرْفّ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ

" Barang siapa yang membaca satu huruf  dari kitab Allah (al-Qur'an) maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan: ALIF LAAM MIM itu satu huruf, tetapi 'ALIF' satu huruf. 'LAM' satu huruf dan 'MIM' satu huruf. (Sunan at-Tirmidzi kitab fadla'il al-Qur'an bab ma ja'a fiman qara'a harfan  minal qur'an no. 3158).

Bagi anda yang merasa berat untuk membaca al-Qur'an, dikeranakan sulit dalam mengucapkan huruf, bacaan panjang, dan lain-lainnya, tidak masalah, asalkan terus berusaha dan terus mengamalkan, usaha anda dihargai oleh-Nya:

 اَلْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْنَعُ فِيْهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

" Orang yang mahir membaca al-Qur'an, maka nanti akan berkumpul bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Sedangkan orang yang kesulitan dan berat ketika membaca al-Qur'an, maka ia akan mendapatkan  dua pahala (dari baca dan usahanya)."  (Shahih Muslim kitab shalat al-musafirin bab fadlli al-mahir bil-qur'an wal ladzi yata'ta'u fihi no. 1898).

Hadits di atas jangan difahami bahwa membaca al-Qur'an dengan terbata-bata sekalipun sudah cukup. Kerana Rasul saw hanya menekankan usaha orang yang membaca terbata-bata tersebut. Jika tidak ada usaha untuk memperbaiki bacaan, maka ia termasuk mahjuran; meninggalkan dan mengabaikan al-Qur'an sebagaimana diisyaratkan QS. Al-Furqan [25]: 30).

Re: (Taqribus-Sunnah : 5) Tadarus al-Qur'an. 07 Aug 2012 07:22 #6

Jika aktiviti membaca al-Qur'an ini dilaksanakan secara berjamaah, maka keutamaannya bertambah lagi. Dan itu memang logik, mengingat membaca secara berjamaah akan ada saling tegur di saat membaca salah.

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ اِلاَّ نَزلتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُم الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرًهُمُ اللهِ فِيْمَنْ عِنْدَهُ
 
Dan tidaklah suatu kaum berkumpul dalam rumah-rumah Allah (masjid)  untuk membaca al-Qur'an dan mempelajarinya, kecuali ketenangan pasti akan turun kepada mereka, rahmat Allah melingkupi mereka, malaikat-malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebit-nyebutmereka di kalangan makhluk yang ada di dekat-Nya (para malaikay)." (Shahih Muslim kitab adz-dzikr wad-du'a wat-taubah bab fadllil-ijtima' 'ala tilawatil-qur'an no. 7028).

Al-Qur'an memberikan tuntutan agar membaca al-Qur'an diutamakan pada waktu malam pada shalat tahajjud. Itulah waktu membaca yang paling benar sebab akan lebih khusyu' dan menyentuh hati. Di waktu siang mungkin susah dan sulit kerana banyak kesibukan.

Firman Allah swt di dalam al-Qur'an: " Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat tahajjud) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (iaitu) seperduanya atau kurangilah dariseperdua itu sedikit. Atau lebih dari seperdua itu dqn  bacalah al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadanya perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat  (untuk khusyu') dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak)." (QS. Al-Muzzammil [73]: 1-7).....bersambung

Kedua, mengafal al-Qur'an.


Wallahu A'lam.
Last Edit: 07 Aug 2012 07:24 by abuariffin.

Re: (Taqribus-Sunnah : 5) Tadarus al-Qur'an. 09 Aug 2012 05:31 #7




Kedua, menghafal al-Qur'an. Tidak hanya membaca, kita juga dituntut untuk menghafalnya. Satu hal yang perlu diketahui, Nabi saw dan para sahabat umumnya ummi (buta huruf), tidak dapat membaca teks. Jadi sebenarnya mereka membaca al-Qur'an melalui hafalan ('an zhahri qalbin).

Apa yang disebutkan tartil dalam ayat di atas merujuk pada praktik membaca al-Qur'an d luar kepala ~ sebab membaca al-Qur'an dalam shalat tidak melihat mushhaf/teks ~ secara perlahan dan dihayati maknanya. Maka dari itu tuntutan membaca secara otomatik berlaku untuk hafalan. Ketika seseorang sedikit hafalan al-Qur'annya, itu pertanda bahwa latihan membaca al-Qur'annya minimum. Dalam hal inilah maka Nabi saw pernah memberikan peringatan:

بِئْسَ مَالأَحَدِهِمْ أَنْ يَقُولَ نَسِيتُ آيَةَ كَيْتَ بَلْ نُسَّىَ، وَاسْتَذْكِرُواالْقُرْآنَ فَإِنَّهُ أَشدُّ تَفَصِّيًا مِنْ صُدُورِ الرِّجَالِ مِنَالنَّعَمِ

" Alangkah buruknya jika seseorang di antara kamu berkata: aku lupa sejumlah ayat ini dan itu, kerana yang benar ia dijadikan lupa. Maka dari itu hafalkanlah al-Qur'an, kerana sesungguhnya dia lebih mudah terlepas dari ingatan orang daripada terlepasnya tali unta ". (Shahih al-Bukhari kitab fadla'il al-Qur'an bab istidzkar al-Qur'an wa ta'ahudihi no. 5033).
Last Edit: 09 Aug 2012 05:32 by abuariffin.

Re: (Taqribus-Sunnah : 5) Tadarus al-Qur'an. 09 Aug 2012 05:39 #8

Menurut Imam Qurthubi dalam kitab Fathul-Bari tentang syarah hadits di atas, yang bermaksud " ia dijadikan lupa " adalah ia dijadikan lupa oleh Allah swt kerana selalu sering melalaikannya. Oleh kerana itu hadits ini diberi tarjamah oleh al-Bukhari, istidzkar al-Qur'an wa ta'ahudihi. Maksudnya, berusaha keras dalam mengingatinya (istidzkar) dan terus-terusan memperbaharui hafalannya dengn merutinkan membaca (ta'ahudihi). Demikian Ibn Hajar menjelaskan dalam Fathul-Bari.

Dalam riwayat lain, Nabi saw memberikan arahan:

تَعَاهَدُواالْقُرْآنَ فَوَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنَ الإِبِلِ فِى عُقُلِهَا

" Jagalah ikatan al-Qur'an (rutinlah), kerana sesungguhnya dia lebih mudah terlepas dari ingatan seseorang daripad terlepasnya tali unta." (Shahih al-Bukhari kitab fadla'il al-Qur'an bab istidzkar al-Qur'an wa ta'ahudihi no. 5031).

إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ صَحِبِ الإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ إِنْ َاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ

" Sesungguhnya perumpamaan seorang yang berinteraksi dengan al-Qur'an itu seperti seorang pemilik unta yang diikat. Jika ia memeliharanya, ia akan dapat terus menahannya, tapi jika ia melepaskannya, maka unta itu akan terlepas." (Shahih al-Bukhari kitab fadla'il al-Qur'an bab istidzkar al-Qur'an wa ta'ahudihi no. 5031).

Re: (Taqribus-Sunnah : 5) Tadarus al-Qur'an. 09 Aug 2012 05:42 #9

Satu hal yang ditekankan Nabi saw dalam hadits-hadits di atas, al-Qur'an sudah pasti mudah lupa dari ingatan, kerana lebih mudah terlepas daripada tali unta. Akan tetapi kalau seseorang kemudian berhenti membaca dan menghafal al-Qur'an, itu adalah kesalahan besar. semestinya' walaupun mudah hilang dari ingatan, al-Qur'an harus tetap dijaga hafalannya dengan merutinkan membaca.

Dalam hal ini Nabi saw memberikan tuntutan khusus dalam volume membaca al-Qur'an:

اِقْرَإِ الْقُرْآنَ فِى شَهْرٍ. قُلْتُ إِنِّى أَجِدُ قُوَّةً حَتَّى قَالَ : فَاقْرَأْهُ فِى سَبْعٍ وَلاَ تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ

" Bacalah al-Qur'an dalam satu bulan." Aku menjawab: " Aku masih lebih kuat dari itu." Sabda Nabi saw: " Bacalah dalam tujuh hari, dan jangan lebih dari itu." (Shahih al-Bukhari kitab fadla'il al-Qur'an bab fi kam yaqra' al-Qur'an no. 5054. Sabda Nabi saw ditujukan kepada 'Abdullah ibn 'Amr).

Hadits ini menginformasikan bahwa para sahabat diperintah oleh Nabi saw untuk membaca al-Qur'an dalam 30 hari sampai 7 hari. Artinya dalam satu hari membaca al-Qur'an antara 1 s.d 5 juz. Kalau dihitung pada jam berarti mereka menyempatkan waktu untuk membaca al-Qur'an antara 1 s.d 5 jam. Dengan cara membaca seperti inilah para sahabat pada umumnya mampu membaca sekaligus hafal al-Qur'an.

Re: (Taqribus-Sunnah : 5) Tadarus al-Qur'an. 09 Aug 2012 05:51 #10

Banyak hafalan al-Qur'an turut menentukan tingkat kedudukan kita di hari qiyamat nanti. Hadits dari Rasul saw berikut ini menegaskannya:

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنَ : اِقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَاُْهَا
ً
Akan dikatakan kepada orang yang dekat dengan al-Qur'an: " Bacalah dan naiklah. Tartilkanlah sebagaimana engkau dulu tartilkan ketika di dunia. Kerana sesungguhnya tempatmu tergantung ayat terakhir yang kau baca." (Sunan Abi Dawud kitab al-witr bab istihbab at-tartil fil-qirq'ah no. 1466).

Yang dimaksud baca dalam hadits tersebut bukan membaca mushhaf, tapi membaca dengan hafalan ('an zhahri qalbin). Di samping hadits di atas, terdapat banyak hadits yang mengisyaratkan orang yang banyak hafalan diutamakan. Di antara untuk menjadi imam shalat dan didahulukan masuk ke liang lahat ketika ia meninggal.

يَوُْمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللهِ فَإِنْ كَانُوا فِى الْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ فَإِنْ كَانُوا فِى السُّنَّةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً فَإِنْ كَانُوا فِى الْهِجْرَةِ سَوَاءً فأَقْدَمُهُمْ سِلْمً...قَالَ الأَشَجُّ فِى رِوَايَتِهِ مَكَانَ سِلْمًا سِنًّا

" Yang mengimami satu kaum hendaklah orang yang lebih hafal al-Qur'an. Jika mereka dalam hal hafalan al-Qur'an sama, hendaklah yang lebih tahu tentang Sunnah Nabi. Jika mereka dalam hal sunnah sama (kemampuannya), hendaklah yang lebih dahulu hijrah. Dan jika mereka dalam hal hijrah masih sama, hendaklah yang lebih dahulu masuk Islam. (Dalam riwayat lain yang lebih tua usianya) " (Shahih Muslim kitab al-masajid wa mawadli' as-shalat bab man ahaqqu bil-imamah no. 1078-1079; Sunan at-Tirmidzi kitab as-shalat no. 218; Sunan an-Nasa'iy kitab al-imamah no. 772; Sunan Abi Dawud kitab as-shalat no. 494; Sunan Ibn Majah kitab iqamah as-shalat was-sunnah fiha no. 970; Musnad Ahmad no. 16446, 16472, 21308 dari sahabat Abu Mas'ud al-Anshari)."

Re: (Taqribus-Sunnah : 5) Tadarus al-Qur'an. 09 Aug 2012 05:56 #11

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِاللهِ رضى الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلاَّم كَانَ يَجْمَعُ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ مِنْ قَتْلَى أُحُدٍِ فِى تَوْبٍ وَاحِدٍ ثُمَّ يَقُولُ : أَيُّهُمْ أَكْثَرُ أَخْذًالِلْقُرْآنِ. فَإِذَاأُشِيرَلَهُ إِلَى أَحَدِهِمَا قَدَّمَهُ فِى اللَّحْدِ وَقَالَ أَنَا شَهِيدٌ عَلَى هَؤُلاَءِ. وَأَمَرَ بِدَفْنِهِمْ بِدِمَائِهِمْ، وَلَمْ يُصَلٌ  عَلَيْهِمْ وَلَمْ يُغَسِّلْهُمْ

Dari Jabir ibn 'Andullah ia berkata: Rasulullah saw mengumpulkan dua orang jenazah dari syuhada perang Uhud dalam satu kain kafan. Kemudian bertanya: " Siapa di antara mereka yang lebih banyak hafalan al-Qur'annya?" Ketika diberi isyarat salah seorang dari jenazah itu, maka jenazah tersebut lebih dahulu dimasukkan ke liang lahat. Beliau bersabda: " Aku akan jadi saksi mereka." Beliau memerintahkan agar mereka dikuburkan dengan darah-darah mereka (tidak dibersihkan terlebih dahulu), tanpa dishalatkan dan dimandikan. (Shahih al-Bukhari kitab al-Jana'iz bab man yuqaddamu fil-lahdi no. 1347).

Maka dari itu, menghafal al-Qur'an jangan dipertentangkan dengan amalan lainnya. Jangan lagi bertanggapan tidak perlu hafal, yang penting faham dan dapat mengamalkannya, sebab semua hal yang berkaitan dengan al-Qur'an, diwajibkan.
Last Edit: 09 Aug 2012 05:56 by abuariffin.

Re: (Taqribus-Sunnah : 5) Tadarus al-Qur'an. 09 Aug 2012 06:02 #12

Ketiga, mendengarkan bacaan al-Qur'an. Dalam satu firman-Nya Allah swt memuji orang-orang yang mendengarkan al-Qur'an dengan penuh kekhusyu'an. 

" Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan berkata: ' Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi.' Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu." (QS. al-Isra' [17] : 107-109).

Nabi saw sendiri sering sengaja menempatkan waktu untuk mendengarkan bacaan al-Qur'an dari orang lain. Sebagaimana pernah dimintanya kepada Ibn Mas'ud ra:

اِقْرَأْ عَلَىَّ الْقُرْآنَ. قُلْتُ آْقرَأُ عَلَيْكَ أُنْزٍلَ قَالَ : إِنِّى أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِى فَقَرَأْتُ سُورَةَ النَّساءِ حَتَّى أَتَيْتُ إِلَى هَذِهِ الاَيَةِ (فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلَآءِ شَهِيدًا) قَالَ حسْبُكَ الآنَ. فَالْتَفَتُّ إِلَيْهِ فَإِذَاعَيْنَاهُ تَذْرِ فَانِ

" Bacalah al-Qur'an untukku." Aku (Ibn Mas'ud) berkata: " Haruskah aku membacakan, padahal kepada anda al-Qur'an diturunkan? " Rasul saw menjawab: " Aku senang mendengarkannya dari orang lain." Lalu aku membaca surat an-Nisa' sampai ayat ini: Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu." (QS. an-Nisa' [4] : 41). Nabi saw bersabda: " Cukup, sekarang cukup." Aku lalu menoleh kepada beliau, dan ternyata beliau sedang menangis dengan bercucuran air mata. (Shahih al-Bukhari kitab fadla'il al-Qur'an bab qaulil-muqri' lil-qari'i hasbuka no. 4461-4662).

Re: (Taqribus-Sunnah : 5) Tadarus al-Qur'an. 09 Aug 2012 06:11 #13

Keempat, mempelajari kandungan al-Qur'an dan mengajarkannya. Rasul saw bersabda: 

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

" Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur'an dan mengajarkannya." (Shahih al-Bukhari kitab fadla'il al-Qur'an bab khairukum man ta'allamal-Qur'an wa 'allamahu no. 5027).

Status terbaik yang diberikan oleh Nabi saw kepada pada pengkaji dan pengajar al-Qur'an tersebut sedah semestinya membuat kita termotivasi untuk dapat menirunya, sebagaimana diarahkan Nabi saw:

لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ عَلْمَهُ اللهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ فَسَمِعِهُ جَارٌلَهُ فَقَالَ لَيْتَنِى أُتِيْتُ مِثْلَ مَا أُتِىَ فُلاَنٌ فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللهُ مَالاِّ فَهْوَ يُهْلِكُهُ فِى الْحَقِّ فَقَالَ رَجُلٌ لَيْتَنِى أُتِيْتُ مِثْلَ مَاأُتِىَ فُلاَنٌ فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ

Tidak ada hasad kecuali pada dua orang. (1) Seseorang yang diberi ilmu al-Qur'an oleh Allah, lalu ia membacanya sepanjang malam dan siang. Sampai ada seorang tetangganya yang mendengarnya dan mengatakan, ' Duh andaikan saja aku diberi ilmu seperti telah diberikan kepada orang itu, lalu aku beramal seperti orang itu '. (2) Seseorang yang diberi harta oleh Allah, lalu ia menghabiskannya dalam kebenaran. Sampai ada orang lain berkata, ' Duh, andaikan saja aku diberi harta seperti yang telah diberikan kepada orang itu dan aku beramal seperti orang itu.' (Shahih al-Bukhari kitab fadla'il al-Qur'an bab ightibath shahibil-Qur'an no. 5026).

Re: (Taqribus-Sunnah : 5) Tadarus al-Qur'an. 09 Aug 2012 06:15 #14

Pahala dari mempelajari kandungan ini satu nilai dengan satu unta yang penuh dengan barang untuk setiap ayat yang dikajinya. Sabda Rasul saw:

أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى الْعَقِيقِ فَيأْتِىَ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِى غَيْرِ إِثْمٍ وَلاَ قَطْعِ رَحِمٍ. فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ نُحِبُّ ذَلِكَ. قَالَ أَفَلاَ يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْكِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلاَثٌ خَيْرٌلَهُ مِنْ ثَلاَثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌلَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الإِبِلِ[

Dari 'Uqbah ibn 'Amir, ia berkata: Rasulullah saw pada suatu waktu keluar dari rumahnya, dan kami saat itu sedang ada di Shuffah. Beliau lalu bertanya: " [i]Siapakah di antara kalian yang mahu pergi ke Buth-han atau al-Aqiq setiap hari, kemudian pulang dengan membawa dua ekor unta yang bagus-bagus, tanpa harus melakukan dosa atau memutuskan silaturahmi?[/i] "

Para sahabat pun menjawab: " Kami semuanya ingin mendapatkan itu wahai Rasulullah. " Beliau bersabda lagi: " Mengapa tidak kalian pergi ke masjid untuk belajar al-Qur'an atau membaca dua ayat dari kitab Allah 'Azza wa Jalla (al-Qur'an), kerana itu lebih baik dari dua ekor unta. Dan membaca tiga ayat, maka hal itu lebih baik dari tiga ekor unta. Dan empat ayat, maka hal itu lebih baik dari empat ekor unta, dan selanjutnya setiap hitungan ayat sama dengan hitungan unta." (Shahih Muslim kitab shalat al-musafirin bab fadlli qira'ah al-Qur'an fis-shalat wa ta'allumihi no. 1909).
Last Edit: 09 Aug 2012 15:25 by abuariffin.

Re: (Taqribus-Sunnah : 5) Tadarus al-Qur'an. 09 Aug 2012 06:45 #15

Secara khusus, kepada anak sendiri mengajarkan al-Qur'an harus menjadi agenda prioritis. Jangan ada lagi alasan tidak mampu mengajar, sebab kemampuan mengajar al-Qur'an ~ minimal membaca al-Qur'an ~ adalah kewajiban yang fardlu 'ain bagi setiap orang. Sebuah hadits menginformasikan: 

إِنَّ الْقُرَْآنَ يَلْقَى صَاحِبَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِينَ يَنْشَقُّ عَنْهُ قَبْرُهُ كَالرَّجُلِ الشَّاحِبِ فَيَقُولُ لَهُ هَلْ تَعْرِفُنِى فَيَقُولُ مَاأَعْرِفُكَ. فَيَقُولُ لَهُ هَلْ تَعْرِفُنِى فَيَقُولُ مَا أَعْرِفُكَ. فَيَقُولُ أَنَا صَحِبُكَ الْقُرْآنُ الَّذِى أَظْمَأْتُكَ فِى الْهَوَاجِرِ وَأَسْهَرْتُ لَيْلَكَ وَإِنَّ كُلَّ تَاجِرٍ مِنْ وَرَاءِ تِجَارَتِهِ وَإِنَّكَ الْيَوْمَ مِنْ وَرَاءِ كُلِّ تِجَارَةٍ فَيُعْطَى الْمُلْكَ. بِيَمِينِهِ وَالْخُلْدَ بِشِمَالِهِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ وَيُكْسَى وَالِدَاهُ حُلَّتَيْنِ لاَيُقَوَّمُ لَهُمَاأَهْلُ الدُّنْيَا فَيَقُولاَنِ بِمَ كُسِينَا هَذِهِ فَيُقَالُ بِأَخّْذِ وَلَدِكُمَاالْقُرْآنَ

Sesungguhnya al-Qur'an akan menemui ahlinya pada hari kiamat ketika kubur telah terbelah seperti seorang yang berwajah pucat. Ia berkata berkata kepada laki-laki itu: " Apakah kamu mengenaliku? " Ia menjawab: " Aku tidak mengenalimu." Al-Qur'an berkata: " Aku adalah temanmu, al-Qur'an, yang dahulu selalu membuat kering tenggorokanmu di siang hari dan terjaga (bergadang) di malam hari. 

Setiap pedagang tentulah mengharapkan keuntungan dari barang dagangannya, dan kamu pada hari ini mendapat keuntungan dari usahamu
. " kemudian diberikan untuknya kerajaan di tangan kananya dan keabadian (syurga) ditangan kirinya. Lalu diletakkan bagi kedua orang tuanya dua pakaian teramat indah yang belum pernah dikenakan penduduk bumi. Keduanya akan bertanya: " Dengan amalan apa kami dapat memperolehi pakaian ini? " Dijawab: " Dengan usahamu mengajarkan al-Qur'an kepada anakmu." (Musnad Ahmad no. 23652. Silsilah al-Ahadits as-Shahihah, al-Albani, 6:792 no.2829).

Terakhir, tentu saja mempelajari al-Qur'an harus dengan memprogramkan pengamalanya, sebab al-Qur'an diturunkan untuk diimani dan diamalkan. Jika semua terkait al-Qur'an ini diamalkan, maka sempurnalah amaliah tadarus al-Qur'an. Untuk memulainya, momentum Ramadlan terlalu sayang untuk disia-siakan.


Wallahu A'lam.
  • Page:
  • 1
Time to create page: 0.89 seconds
You are here: